Selasa, 04 Januari 2022

Makalah Asal Mula Akuntansi Manajemen

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

                        Akuntansi manajemen timbul karena akibat adanya kebutuhan informasi akuntansi yang dapat membantu manajemen dalam memimpin sutu perusahaan yang smakin bsar dan semakin kompleks. Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi yang mana dalam hal memimpin selalu mengendallikan kegiatan- kegiatan perusahaan. Seorang manajer harus dapat menjabarkan teori manajemen dan teori- teori lainya dalam bentuk angka- angka yang nyata, sehigga manajemen dapat menganalisa dan menginterprestasikan angka- angka tersebut dalam rangka pengambilan keputusan.

                        Akuntansi Manajemen dipandang sebagai suatu tipe akuntansi yang merupakan suatu proses untuk mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan para manajer dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi. Informasi adalah suatu data, fakta, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah ilmu pengetahuan.

                        Akuntansi Manajemen berkaitan dengan penyediaan informasi kepada manajer, yaitu pihak didalam perusahaan yang bertanggungjawab  dalam mencapai tujuan perusahaan. Karena berorientasi kepada manajer, maka setiap mengkaji Akuntansi Manajemen harus memahami terlebih dahulu proses-proses yang berkaitan Akuntansi (pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi, penyajian  rugi laba dan  neraca) dan proses-proses manajemen didalam organisasi.

                        Bab ini  membahas secara singkat kebutuhan manajer akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dalam pemahaman karakteristik organisasi dan proses manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

B.     Rumusan Masalah

a.    Apa Sejarah Asal-Mula Akutansi Manajemen?

b.    Apa Pengertian Akutansi Manajemen?

c.    Apa Tujuan Dari Akutansi Manajemen?

d.   Apa Informasai Akutansi Dan Fungsi Manajen?

e.    Apa Persamaan Dan Perbedaan Akutansi Keuangan Dengan Akutansi Manajemen?

f.     Apa Peran Manajemen Dan Hubungan Dengan Pengambilan Keputusan?

 

C.    Tujuan Masalah

a.    Untuk Mengetahui Sejarah Asal-Mula Akutansi Manajemen.

b.    Untuk Mengetahui Pengertian Akutansi Manajemen.

c.    Untuk Mengetahui Tujuan Dari Akutansi Manajemen.

d.   Untuk Mengetahui Informasai Akutansi Dan Fungsi Manajen.

e.    Untuk Mengetahui Persamaan Dan Perbedaan Akutansi Keuangan Dengan Akutansi Manajemen.

f.     Untuk Mengetahui Peran Manajemen Dan Hubungan Dengan Pengambilan Keputusan.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    SEJARAH AKUTANSI MANAJEMEN

                        Akuntansi manajemen berdasarkan kalkulasi biaya produk (product costing) mulai diperkenalkan pada abad ke-19. Perkembangan periode pertama dimulai pada periode 1880 sampai dengan 1925, dengan penekanan pada kalkulasi biaya produk manajerial-menelusuri profitabilitas perusahaan kemasing-masing produk dan menggunakan informasi ini untuk mengambil keputusan strategis. Periode berikutnya bergeser pada pendekatan kalkulasi biaya persediaan-pembebanan biaya manufaktur ke produk sehingga biaya persediaan dapat dilaporkan kepada pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan.

                        Beberapa usaha untuk meningkatkan kegunaan manajerial dari sistem biaya konvensional dilakukan pada 1950-an dan 1960-an. Pengguna mendiskusikan kelemahan informasi yang disediakan oleh sistem yang dirancang untuk menyusun laporan keuangan. Semua usaha tersebut terpusat pada pemberian informasi akuntansi keuangan yang lebih berguna bagi penggunanya daripada pembuatan seperangkat informasi dan prosedur baru yang terpisah dari sistem pelaporan eksternal.

                        Pada tahun 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek Akuntansi Manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Beberapa pihak menyatakan bahwa sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan kurang tepat untuk kondisi sekarang. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat, lebih berguna dan yang menjelaskan secara rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan mutu, produktifitas dan mengurangi biaya. Sebagai tanggapan terhadap kelemahan sistem akuntansi manajemen tradisional, berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen yang baru – yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini[1].

B.     PENGERTIAN AKUTANSI MANJEMEN

                        Akutansi secara umum dapat difesinisikan sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengelompokan informasi ekonomi yang memungkinkan pembuatan kebijakan dan keputusan oleh pemakainya. Akutansi manajemen atau manajerial merupakan bidang akutansi yang berfokus pada penyediaan, termasuk pengembangan dan penafsiran informasi akutansi bagi para manajer untuk digunakan sebagai bahan perencanaan, pengendalian oprasi dan dalam pengambilan keputusan[2].

                        Akutansi manajemen adalah salah satu bidang akutansi yang tujuan utamanya untuk menyajikan laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manjemen yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta pengendalian[3].

                        Akutansi manjemen adalah sebagai proses identfikasi (atas transaksi), akumulasi (atas transaksi), analisis (atas transaksi yang berhubungan dengan kejadian lain), penyiapan dan interpretasi (atas data) dan komunikasi kepada manajemen untuk pemakaian internal dan eksternal). Ruang lingkup akutansi manajemen adalah lebih luas dibanding dengan akutansi biaya. Akutansi manajemen digunakan manajemen untuk merencanakan, menilai, mengendalikan, dan memastikan akutabilitas[4].

                        Disamping itu akutansi manjemen yang dianggap suatu sidang akutansi yang berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan informasi akutansi jelas pula terkaitan dengan disiplin akutansi ini.

 

C.    TUJUAN DARI AKUTANSI MANAJEMEN

                        Tujuan dari Akutansi Manajemen adalah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan, keputusan.

a.         Untuk memberi informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan, penilaian, dan pengendalian operasi, mengamankan aktiva organisasi dan komunikasikan dengan pihak luar yang berkepentingan.

b.         Untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan stategik, taktis dan operasi serta membantu mengkoordinasi pengaruh dari organisasi secara keseluruhan.

 

Untuk memenuhi tujuan tersebut, pada akutansi manjemen:

1.         Menerima tanggung jawab dari:

Ø Perencanaan

Ø Penilaian

Ø Pengendalian

Ø Memasitikan akuntabilitas sumber daya dan pelaporan eksternal

2.      Melaksanakan aktivitas-aktivitas pokok dari:

Ø Pelaporan

Ø Interpretasi

Ø Manajemen sumber daya

Ø Pengembangan sistem informasi

Ø Implementasi teknologi

Ø Vertivikasi

Ø Administrasi

3.      Melaksanakan proses operasional dari:

Ø Identifikasi

Ø Pengukuran

Ø Akumulasi

Ø Analisis

Ø Penyiapan

Ø Interpretasi

Ø komunikasi[5]

 

D.    INFORMASI AKUTANSI DAN FUNGSI MANAJEMEN

                        Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Management Accounting Information System) adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan khusus manajemen. Model operasional dari Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diilustrasikan dibawah ini :

Model Operasional Sistem Informasi Akuntansi Manajemen[6]

Economic events:

Penjualan

Produksi

Pengumpulan

Pengukuran

Penyimpanan

Analisis

Pelaporan

Pengelolaan

Laporan khusus

Harga pokok produk

Biaya pelanggan

Anggaran

Laporan kinerja

Masukan

(input)

Proses

(process)

Keluaran

(output)

 

 

Pengguna

 

 

                        Hasil akhir dari aktivitas para manajer yang didasarkan pelanggan tidak terjadi begitu saja, tetapi hal itu merupakan hasil dari upaya para manajer yang harus memvisualisasikan dan bersama-sama melaksanakan proses yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu pekerjaan. Untuk itu manajemen memutuhkan informasi yang spesifik melalui proses yang sistematis dari dan untuk masing-masing fungsi riset dan pengembangan, produksi, distribusi, pemasaran, pelayanan pelanggan, sesuai dengan jenjang manajemen informasi. Hal ini menjadi penting karena informasi akutansi merupakan bahan baku pembuatan keputusan yang berhubungan dengan alokasi sumber daya pada tingkat perencanaan, pengarahan, motivasi, imlementasi, maupun pengendalian. Yang mana diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang efektif untuk dilaksanakan secara keseluruhan. Semakin tinggi tingkat kualitas informasi yang digunakan maka semakin tinggi pula harapan akurasi keputusan yang dihasilkan[7].

                        Informasi akutansi pada dasarnya bersifat keuangan yang membantu manajer melakukan tiga masalah pokok, yaitu:

1)   Merencanakan secara efektif

Penyediaan informasi akutansi yang dapat membantu kebutuhan manajer melalui penyediaan laporan  prestasi yang membantu manajer memusatkan terhadap masalah, ringasannya, laporan presntasi merupakan suatu bentuk umpan balik bagi manjer, yang mengarahkan peratian kepada bagian organisasi yang dapat memanfaatkan waktu manajemen secara lebih efektif.

2)   Merencanakan operasi

Manajer mempunyai kebutuhan yang knstan akan informasi akutansi dalam memimpin operasi sehari-hari yang rutin. Pekerjaan akutansi dan manajemen mempunyai hubungan yang tidak mungkin terpisah dalam menjalankan operasi sehari-hari.

3)   Memecahkan  masalah

Informasi akutansi merupakan faktor penting dalam menganalisis masalah. Alasannya ialah biasanya mempunyai biaya dan manfaat tertentu yang dapat diukur dan digunakan sebagai masukan dalam memutuskan alternatif terbaik.

Hubungan data dan akutansi dalam membantu keputusan manjemen:

·      Data pemecah  masalah untuk membantu manajer dalam strategi dan keputusan khusus.

·      Data pencatatan hasil, pengarahan perhatian dan pemecah masalah. Membantu manjer untuk perencanaan dan  pengendalian operasi rutin.

·      Data pencatatan hasil untuk membantu pengambilan keputusan oleh pihak-pihak eksternal.[8]

                                    Sistem Informasi Akuntansi Manajemen tidak terikat oleh kriteria formal yang menjelaskan sifat masukan atau proses bahkan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan melalui upaya manajer. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen memiliki tiga tujuan yaitu :

a)   Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan perusahaan. (Normatif: tujuan perusahaan adalah memperoleh laba).

b)   Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.

c)    Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

                        Tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer perlu memiliki akses dan pemahaman atas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Karena informasi tersebut akan membantu manajer untuk mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasinya dalam rangka memastikan pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian Sistem Informasi Akuntansi Manajemen akan dibutuhkan dalam setiap lingkup proses manajemen : Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.  Selain itu, kebutuhan akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ini dipergunakan disemua perusahaan baik yang bergerak di industri manufaktur, dagang atau jasa.

 

E.     PERSAMAAN DAN PERBEDAAN AKUTANSI KEUANGAN DENGAN AKUTANSI MANAJEMEN

                        Didalam satu perusahaan akan memiliki dua subsistem utama yaitu: sistem Akuntansi Manajemen dan sistem Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Information System) Kedua sub sistem tersebut berbeda tujuannya, sifat masukannya dan jenis proses yang diperlukan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

                        Sistem Informasi Akuntansi Keuangan berhubungan terutama dengan penyediaan keluaran bagi pengguna eksternal. Sistem tersebut menggunakan kegiatan ekonomi sebagai masukan dan memprosesnya sampai memenuhi aturan dan ketentuan tertentu. (di Indonesia : Standar Akuntansi Keuangan) Tujuannya adalah untuk menyusun laporan eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah dan pengguna eksternal lainnya.Untuk tahu perbedaan akutansi keuangan dengan akutansi manajemen harus mengetahui apa itu akutansi keuangan.

                        Akutansi Keuangan merupakan bidang akutansi yang berfungsi menyediakan informasi keuangan mengenai transaksi ekonomi perusahaan terutama untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal seperti para pemegang saham, kreditur, otoritas pemerintah, dan masyarakat luas dan sebagainya. Secara teknis akutansi keuangan berfokus kepada pengumpulan data pada masa lalu untuk disajikan dalam laporan keuangan yang berupa neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan lainnya[9].

                        Akutansi keuangan membantu menganalisis informasi keuangan dimana harus disusun sesuai dengan prinsip akutansi indonesia serta memberikan informasi keuangan  kepada perusahaan secara keseluruhan, jadi tidak  hanya dalam  rincian khusus saja untuk perusahaan[10].

                        Persamaan Akuntansi Manajemen & Akuntansi Keuangan Keduanya bersandar pada sistem informasi Akuntansi Keduanya bersandar pada konsep pertanggungjawaban atau kepengurusan..

 

Adapun perbedaannya dapat dilihat ditabel berikut[11]:

Faktor Perbedaan

Akuntansi Keuangan

Akuntansi Manajemen

Tujuan Utama

Pihak-pihak eksternalorganisasi

Pihak-pihak internalorganisasi

Dasar penyusunan laporan

Prinsip akuntansi yang diterima umum 

Biaya dan manfaat

Objek yang diukur dan dikomunikasikan

Kondisi-kondisi dan kemampuan ekonomi perusahaan secarakeseluruhan 

Prestasi para manejerpada berbagai tingkatan organisasi

Orientasi laporan

Orientasi masa lalu, penilaian historical terhadap kemampuan ekonomi masa lalu

Orientasi masa depan, prediksi dengan mempertimbangkan factor ekonomi dan non ekonomi.

Jarak waktu pelaporan

Kurang fleksibel, hanya laporan tahunan, pelaporan tengah tahunan

Lebih fleksibel, dapat disusun dengan jarak waktu lebih pendek atau lebih panjang

Bentuk laporan

Bentuk ringkasan dan berhubungandengan perusahaan sebagaikeseluruhan

Bentuk terinci,untuk setiap kegiatan , jenis produk, divisi daerah dan lainnya

Tingkat kesulitan

Lebih mudah pada dasarnya mengagungkan disiplin akuntansi

Lebih sulit, menggunakan multi disiplin pengetahuan 

Isi laporan

 Neraca, Laporan Rugi Laba, Perubahan Modal dan Aliran Dana

Anggaran Laporan Biaya , Laporan Prestasi, Laporan Analisis Khusus dan lain-lain

Tingkat presisis

Presisi dan akurasinya lebih tinggi

Presisi dan akurasinya lebih rendah kerena yang penting cepat atau tepat twaktu

Sifat mandatory

Bersifat mandatorymengikuti badan atau penguasa tertentu

Tidak bersifat mandatory yang penting manfaat informasi

 

F.     PERAN MANAJEMEN DAN HUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

                        Peranan Akuntansi Manajemen dalam suatu organisasi merupakan peran pembantu, karena mereka membantu orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan tujuan dasar organisasi. Posisi yang bertanggung jawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini (line position). Posisi yang mendukung tetapi tidak bertanggung jawab langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut posisi staf (staff  position).

                        Akuntansi  manajemen meskipun hanya mendapat peran pembantu akan menyiapkan diri dengan wawasan global, paham dan tanggap terhadap perubahan lingkungan, cerdas dan kritis sehingga dengan demikian mereka akan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan organisasi.

                        Walaupun Manajemen mempunyai arti yang berbeda bagi setiap orang, menurut Mary Paker Follet “Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain”.

Menurut James A.F.Stonier “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

                        Karena Manajemen merupakan proses termasuk pula fungsi-fungsinya, dengan mengacu pada pengertian dan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian maka fungsi itu timbul dari proses-proses yang berbeda dan berkaitan seperti uraian berikut:

 

-          Perencanaan

Dalam bidang ini manajer merancang beberapa langkah yag akan diambil dalam upaya menggerakkan organisasi ke arah sasaran.

-          Pengorganisasian dan pengarahan

Manajer memutuskan bagaimana cara terbaik mengkombinasikan sumber daya manusia dengan sumber daya ekonomi lainnya yang menjadi milik perusahaan agar dapat menjalankan rencana yang ditetapkan.

-          Pengendalian

Manajer mengambil langkah-langkah yang dipelukan untuk memastikan bahwa setiap bagian organisasi berfungsi dengan efektivitas yang maksimal.

-          Pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi lain yang sudah dibahas, yaitu semua fungsi memerlukan pengambilan keputusan[12].


 

BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

                        Akutansi manjemen adalah sebagai proses identfikasi (atas transaksi), akumulasi (atas transaksi), analisis (atas transaksi yang berhubungan dengan kejadian lain), penyiapan dan interpretasi (atas data) dan komunikasi kepada manajemen untuk pemakaian internal dan eksternal). Ruang lingkup akutansi manajemen adalah lebih luas dibanding dengan akutansi biaya. Akutansi manajemen digunakan manajemen untuk merencanakan, menilai, mengendalikan, dan memastikan akutabilitas.

                        Disamping itu akutansi manjemen yang dianggap suatu sidang akutansi yang berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan informasi akutansi jelas pula terkaitan dengan disiplin akutansi ini.

                        Tujuannya adalah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

a.       Untuk memberi informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan, penilaian, dan pengendalian operasi, mengamankan aktiva organisasi dan komunikasikan dengan pihak luar yang berkepentingan.

b.      Untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan stategik, taktis dan operasi serta membantu mengkoordinasi pengaruh dari organisasi secara keseluruhan.

                                    Sistem Informasi Akuntansi Manajemen tidak terikat oleh kriteria formal yang menjelaskan sifat masukan atau proses bahkan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan melalui upaya manajer. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen memiliki tiga tujuan yaitu :

a)      Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan perusahaan. (Normatif: tujuan perusahaan adalah memperoleh laba).

b)   Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.

c)    Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

                        Tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer perlu memiliki akses dan pemahaman atas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Karena informasi tersebut akan membantu manajer untuk mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasinya dalam rangka memastikan pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian Sistem Informasi Akuntansi Manajemen akan dibutuhkan dalam setiap lingkup proses manajemen : Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.  Selain itu, kebutuhan akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ini dipergunakan disemua perusahaan.

                        Perbedaan akutansi keuangan dengan akutansi manajemen adalah Sistem Informasi Akuntansi Keuangan berhubungan terutama dengan penyediaan keluaran bagi pengguna eksternal. Sistem tersebut menggunakan kegiatan ekonomi sebagai masukan dan memprosesnya sampai memenuhi aturan dan ketentuan tertentu. Tujuannya adalah untuk menyusun laporan eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah dan pengguna eksternal lainnya.Untuk tahu perbedaan akutansi keuangan dengan akutansi manajemen harus mengetahui apa itu akutansi keuangan.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amin Widjaja Tunggal, 1993, Akutansi Biaya, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hasen, Don R dan Maryanne M. Mowen,1997, Akutansi Manajemen, Terjemahan: Ancella A.hermawan, cet.4, Jakarta: Erlangga.

Kamarudin Ahmad, 2005, Akutansi Manajemen, Jakarta: PT Raja Grafindo.

L.M. Samym, 2001, Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, Jakarta: PT Raja Grafindo.

Supriyono, 1987, Akutansi Manajemen, Konsep Dasar Akutansi Manjemen Dan Proses Perencanaan, Yogyakarta: BPFE-UGM.

https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen.html, (17 mei 2013)



[2] L.M. Samym, Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2001), hlm.1

[3] Supriyono, Akutansi Manajemen, Konsep Dasar Akutansi Manjemen Dan Proses Perencanaan, (Yogyakarta: BPFE-UGM, 1987), hlm.3

[4] Amin Widjaja Tunggal, Akutansi Biaya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1993), hlm.2

[5] Akutansi Biaya, Op.Cit., hlm.3

[6] Hasen, Don R dan Maryanne M. Mowen, Akutansi Manajemen, (Terjemahan: Ancella A.hermawan), cet.4, (Jakarta: Erlangga, 1997), hlm.4

[7] Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, Op.Cit., hlm.10

[8] Kamarudin Ahmad, Akutansi Manajemen, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2005), hlm.4

[9] Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, Op.Cit,. hlm.2

[10] Akutansi Biaya, Op.Cit., hlm.2

[11] Akutansi Manajemen, Op.Cit., hlm.7

[12] Akutansi Manajemen, Op.Cit., hlm.10-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar