BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Akuntansi manajemen
timbul karena akibat adanya kebutuhan informasi akuntansi yang dapat membantu
manajemen dalam memimpin sutu perusahaan yang smakin bsar dan semakin kompleks.
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi yang mana dalam hal
memimpin selalu mengendallikan kegiatan- kegiatan perusahaan. Seorang manajer
harus dapat menjabarkan teori manajemen dan teori- teori lainya dalam bentuk
angka- angka yang nyata, sehigga manajemen dapat menganalisa dan menginterprestasikan
angka- angka tersebut dalam rangka pengambilan keputusan.
Akuntansi Manajemen
dipandang sebagai suatu tipe akuntansi yang merupakan suatu proses untuk
mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan para manajer dalam
perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi. Informasi adalah suatu data,
fakta, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah ilmu
pengetahuan.
Akuntansi Manajemen
berkaitan dengan penyediaan informasi kepada manajer, yaitu pihak didalam
perusahaan yang bertanggungjawab dalam
mencapai tujuan perusahaan. Karena berorientasi kepada manajer, maka setiap
mengkaji Akuntansi Manajemen harus memahami terlebih dahulu proses-proses yang
berkaitan Akuntansi (pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi, penyajian rugi laba dan neraca) dan proses-proses manajemen didalam
organisasi.
Bab ini membahas secara singkat kebutuhan manajer
akan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dalam pemahaman karakteristik
organisasi dan proses manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan.
B.
Rumusan
Masalah
a.
Apa
Sejarah Asal-Mula Akutansi Manajemen?
b.
Apa
Pengertian Akutansi Manajemen?
c.
Apa
Tujuan Dari Akutansi Manajemen?
d.
Apa
Informasai Akutansi Dan Fungsi Manajen?
e.
Apa
Persamaan Dan Perbedaan Akutansi Keuangan Dengan Akutansi Manajemen?
f.
Apa
Peran Manajemen Dan Hubungan Dengan Pengambilan Keputusan?
C.
Tujuan
Masalah
a.
Untuk
Mengetahui Sejarah Asal-Mula Akutansi Manajemen.
b.
Untuk
Mengetahui Pengertian Akutansi Manajemen.
c.
Untuk
Mengetahui Tujuan Dari Akutansi Manajemen.
d.
Untuk
Mengetahui Informasai Akutansi Dan Fungsi Manajen.
e.
Untuk
Mengetahui Persamaan Dan Perbedaan Akutansi Keuangan Dengan Akutansi Manajemen.
f.
Untuk
Mengetahui Peran Manajemen Dan Hubungan Dengan Pengambilan Keputusan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH
AKUTANSI MANAJEMEN
Akuntansi manajemen
berdasarkan kalkulasi biaya produk (product costing) mulai diperkenalkan
pada abad ke-19. Perkembangan periode pertama dimulai pada periode 1880 sampai
dengan 1925, dengan penekanan pada kalkulasi biaya produk manajerial-menelusuri
profitabilitas perusahaan kemasing-masing produk dan menggunakan informasi ini
untuk mengambil keputusan strategis. Periode berikutnya bergeser pada
pendekatan kalkulasi biaya persediaan-pembebanan biaya manufaktur ke produk
sehingga biaya persediaan dapat dilaporkan kepada pengguna eksternal laporan
keuangan perusahaan.
Beberapa usaha untuk
meningkatkan kegunaan manajerial dari sistem biaya konvensional dilakukan pada
1950-an dan 1960-an. Pengguna mendiskusikan kelemahan informasi yang disediakan
oleh sistem yang dirancang untuk menyusun laporan keuangan. Semua usaha
tersebut terpusat pada pemberian informasi akuntansi keuangan yang lebih
berguna bagi penggunanya daripada pembuatan seperangkat informasi dan prosedur
baru yang terpisah dari sistem pelaporan eksternal.
Pada tahun 1990-an
banyak ditemukan bahwa praktek-praktek Akuntansi Manajemen tradisional sudah
tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Beberapa pihak menyatakan bahwa
sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan kurang tepat untuk kondisi
sekarang. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat, lebih berguna dan yang
menjelaskan secara rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan
manajer meningkatkan mutu, produktifitas dan mengurangi biaya. Sebagai
tanggapan terhadap kelemahan sistem akuntansi manajemen tradisional, berbagai
usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen yang baru – yang
dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini[1].
B.
PENGERTIAN
AKUTANSI MANJEMEN
Akutansi secara umum
dapat difesinisikan sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan
pengelompokan informasi ekonomi yang memungkinkan pembuatan kebijakan dan
keputusan oleh pemakainya. Akutansi manajemen atau manajerial merupakan bidang
akutansi yang berfokus pada penyediaan, termasuk pengembangan dan penafsiran
informasi akutansi bagi para manajer untuk digunakan sebagai bahan perencanaan,
pengendalian oprasi dan dalam pengambilan keputusan[2].
Akutansi manajemen
adalah salah satu bidang akutansi yang tujuan utamanya untuk menyajikan
laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan
pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manjemen yang meliputi
perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta
pengendalian[3].
Akutansi manjemen adalah
sebagai proses identfikasi (atas transaksi), akumulasi (atas transaksi),
analisis (atas transaksi yang berhubungan dengan kejadian lain), penyiapan dan
interpretasi (atas data) dan komunikasi kepada manajemen untuk pemakaian internal
dan eksternal). Ruang lingkup akutansi manajemen adalah lebih luas dibanding
dengan akutansi biaya. Akutansi manajemen digunakan manajemen untuk
merencanakan, menilai, mengendalikan, dan memastikan akutabilitas[4].
Disamping itu akutansi
manjemen yang dianggap suatu sidang akutansi yang berkaitan dengan pengembangan
dan penggunaan informasi akutansi jelas pula terkaitan dengan disiplin akutansi
ini.
C.
TUJUAN
DARI AKUTANSI MANAJEMEN
Tujuan dari Akutansi
Manajemen adalah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan, keputusan.
a.
Untuk
memberi informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan, penilaian, dan
pengendalian operasi, mengamankan aktiva organisasi dan komunikasikan dengan
pihak luar yang berkepentingan.
b.
Untuk
berpartisipasi dalam pembuatan keputusan stategik, taktis dan operasi serta
membantu mengkoordinasi pengaruh dari organisasi secara keseluruhan.
Untuk
memenuhi tujuan tersebut, pada akutansi manjemen:
1.
Menerima
tanggung jawab dari:
Ø Perencanaan
Ø Penilaian
Ø Pengendalian
Ø Memasitikan akuntabilitas sumber daya dan pelaporan eksternal
2.
Melaksanakan
aktivitas-aktivitas pokok dari:
Ø Pelaporan
Ø Interpretasi
Ø Manajemen sumber daya
Ø Pengembangan sistem informasi
Ø Implementasi teknologi
Ø Vertivikasi
Ø Administrasi
3.
Melaksanakan
proses operasional dari:
Ø Identifikasi
Ø Pengukuran
Ø Akumulasi
Ø Analisis
Ø Penyiapan
Ø Interpretasi
Ø komunikasi[5]
D.
INFORMASI
AKUTANSI DAN FUNGSI MANAJEMEN
Sistem Informasi
Akuntansi Manajemen (Management Accounting Information System) adalah
sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan
masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi
tujuan khusus manajemen. Model operasional dari Sistem Informasi Akuntansi
Manajemen diilustrasikan dibawah ini :
Model
Operasional Sistem Informasi Akuntansi Manajemen[6]
|
Economic events: Penjualan Produksi |
Pengumpulan Pengukuran Penyimpanan Analisis Pelaporan Pengelolaan |
Laporan
khusus Harga
pokok produk Biaya
pelanggan Anggaran Laporan kinerja |
||
|
Masukan (input) |
|
Proses (process) |
|
Keluaran (output) |
|
||||
|
|
Pengguna |
|
||
Hasil akhir dari
aktivitas para manajer yang didasarkan pelanggan tidak terjadi begitu saja,
tetapi hal itu merupakan hasil dari upaya para manajer yang harus
memvisualisasikan dan bersama-sama melaksanakan proses yang dibutuhkan untuk
menjalankan suatu pekerjaan. Untuk itu manajemen memutuhkan informasi yang
spesifik melalui proses yang sistematis dari dan untuk masing-masing fungsi
riset dan pengembangan, produksi, distribusi, pemasaran, pelayanan pelanggan,
sesuai dengan jenjang manajemen informasi. Hal ini menjadi penting karena
informasi akutansi merupakan bahan baku pembuatan keputusan yang berhubungan
dengan alokasi sumber daya pada tingkat perencanaan, pengarahan, motivasi,
imlementasi, maupun pengendalian. Yang mana diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan
yang efektif untuk dilaksanakan secara keseluruhan. Semakin tinggi tingkat
kualitas informasi yang digunakan maka semakin tinggi pula harapan akurasi
keputusan yang dihasilkan[7].
Informasi akutansi pada
dasarnya bersifat keuangan yang membantu manajer melakukan tiga masalah pokok,
yaitu:
1)
Merencanakan
secara efektif
Penyediaan
informasi akutansi yang dapat membantu kebutuhan manajer melalui penyediaan
laporan prestasi yang membantu manajer
memusatkan terhadap masalah, ringasannya, laporan presntasi merupakan suatu
bentuk umpan balik bagi manjer, yang mengarahkan peratian kepada bagian
organisasi yang dapat memanfaatkan waktu manajemen secara lebih efektif.
2)
Merencanakan
operasi
Manajer
mempunyai kebutuhan yang knstan akan informasi akutansi dalam memimpin operasi
sehari-hari yang rutin. Pekerjaan akutansi dan manajemen mempunyai hubungan
yang tidak mungkin terpisah dalam menjalankan operasi sehari-hari.
3)
Memecahkan masalah
Informasi
akutansi merupakan faktor penting dalam menganalisis masalah. Alasannya ialah
biasanya mempunyai biaya dan manfaat tertentu yang dapat diukur dan digunakan
sebagai masukan dalam memutuskan alternatif terbaik.
Hubungan
data dan akutansi dalam membantu keputusan manjemen:
· Data pemecah masalah untuk membantu manajer dalam strategi dan keputusan khusus.
· Data pencatatan hasil,
pengarahan perhatian dan pemecah masalah. Membantu manjer untuk perencanaan
dan pengendalian operasi rutin.
· Data pencatatan hasil
untuk membantu pengambilan keputusan oleh pihak-pihak eksternal.[8]
Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen tidak terikat oleh kriteria formal yang menjelaskan
sifat masukan atau proses bahkan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan
berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan melalui upaya manajer.
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen memiliki tiga tujuan yaitu :
a)
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan
tujuan lain yang diinginkan perusahaan. (Normatif: tujuan perusahaan adalah
memperoleh laba).
b)
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan
perbaikan berkelanjutan.
c)
Menyediakan
informasi untuk pengambilan keputusan.
Tujuan tersebut
menunjukkan bahwa manajer perlu memiliki akses dan pemahaman atas Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen. Karena informasi tersebut akan membantu manajer
untuk mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasinya
dalam rangka memastikan pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen akan dibutuhkan dalam setiap lingkup proses
manajemen : Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Selain itu, kebutuhan akan Sistem Informasi
Akuntansi Manajemen ini dipergunakan disemua perusahaan baik yang bergerak di
industri manufaktur, dagang atau jasa.
E.
PERSAMAAN
DAN PERBEDAAN AKUTANSI KEUANGAN DENGAN AKUTANSI MANAJEMEN
Didalam satu perusahaan
akan memiliki dua subsistem utama yaitu: sistem Akuntansi Manajemen dan sistem
Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Information System) Kedua sub
sistem tersebut berbeda tujuannya, sifat masukannya dan jenis proses yang
diperlukan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
Sistem Informasi
Akuntansi Keuangan berhubungan terutama dengan penyediaan keluaran bagi
pengguna eksternal. Sistem tersebut menggunakan kegiatan ekonomi sebagai
masukan dan memprosesnya sampai memenuhi aturan dan ketentuan tertentu. (di
Indonesia : Standar Akuntansi Keuangan) Tujuannya adalah untuk menyusun laporan
eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah dan
pengguna eksternal lainnya.Untuk tahu perbedaan akutansi keuangan dengan
akutansi manajemen harus mengetahui apa itu akutansi keuangan.
Akutansi Keuangan
merupakan bidang akutansi yang berfungsi menyediakan informasi keuangan
mengenai transaksi ekonomi perusahaan terutama untuk memenuhi kebutuhan pihak
eksternal seperti para pemegang saham, kreditur, otoritas pemerintah, dan
masyarakat luas dan sebagainya. Secara teknis akutansi keuangan berfokus kepada
pengumpulan data pada masa lalu untuk disajikan dalam laporan keuangan yang
berupa neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan lainnya[9].
Akutansi keuangan
membantu menganalisis informasi keuangan dimana harus disusun sesuai dengan
prinsip akutansi indonesia serta memberikan informasi keuangan kepada perusahaan secara keseluruhan, jadi
tidak hanya dalam rincian khusus saja untuk perusahaan[10].
Persamaan Akuntansi
Manajemen & Akuntansi Keuangan Keduanya bersandar pada sistem informasi
Akuntansi Keduanya bersandar pada konsep pertanggungjawaban atau kepengurusan..
Adapun perbedaannya dapat dilihat ditabel berikut[11]:
|
Faktor
Perbedaan |
Akuntansi
Keuangan |
Akuntansi
Manajemen |
|
Tujuan
Utama |
Pihak-pihak eksternalorganisasi |
Pihak-pihak internalorganisasi |
|
Dasar
penyusunan laporan |
Prinsip akuntansi yang diterima umum |
Biaya dan
manfaat |
|
Objek yang
diukur dan dikomunikasikan |
Kondisi-kondisi
dan kemampuan ekonomi perusahaan secarakeseluruhan |
Prestasi
para manejerpada
berbagai tingkatan organisasi |
|
Orientasi
laporan |
Orientasi masa
lalu, penilaian historical terhadap kemampuan ekonomi masa lalu |
Orientasi masa
depan, prediksi dengan mempertimbangkan factor ekonomi dan non ekonomi. |
|
Jarak
waktu pelaporan |
Kurang
fleksibel, hanya laporan
tahunan, pelaporan tengah tahunan |
Lebih
fleksibel, dapat disusun
dengan jarak waktu lebih pendek atau lebih panjang |
|
Bentuk
laporan |
Bentuk
ringkasan dan
berhubungandengan perusahaan sebagaikeseluruhan |
Bentuk
terinci,untuk setiap
kegiatan , jenis produk, divisi daerah dan lainnya |
|
Tingkat
kesulitan |
Lebih
mudah pada
dasarnya mengagungkan disiplin akuntansi |
Lebih
sulit, menggunakan
multi disiplin pengetahuan |
|
Isi
laporan |
Neraca,
Laporan Rugi Laba, Perubahan Modal dan Aliran Dana |
Anggaran
Laporan Biaya , Laporan Prestasi, Laporan Analisis Khusus dan lain-lain |
|
Tingkat
presisis |
Presisi
dan akurasinya lebih tinggi |
Presisi
dan akurasinya lebih rendah kerena yang penting cepat atau
tepat twaktu |
|
Sifat
mandatory |
Bersifat
mandatorymengikuti badan
atau penguasa tertentu |
Tidak
bersifat mandatory yang penting manfaat informasi |
F.
PERAN
MANAJEMEN DAN HUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Peranan Akuntansi Manajemen
dalam suatu organisasi merupakan peran pembantu, karena mereka membantu
orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan tujuan dasar organisasi. Posisi
yang bertanggung jawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai
posisi lini (line position). Posisi yang mendukung tetapi tidak bertanggung
jawab langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut posisi staf (staff position).
Akuntansi manajemen meskipun hanya mendapat peran
pembantu akan menyiapkan diri dengan wawasan global, paham dan tanggap terhadap
perubahan lingkungan, cerdas dan kritis sehingga dengan demikian mereka akan
dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan organisasi.
Walaupun Manajemen
mempunyai arti yang berbeda bagi setiap orang, menurut Mary Paker Follet “Manajemen
adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain”.
Menurut
James A.F.Stonier “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Karena Manajemen
merupakan proses termasuk pula fungsi-fungsinya, dengan mengacu pada pengertian
dan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengendalian maka fungsi itu timbul dari proses-proses yang berbeda dan
berkaitan seperti uraian berikut:
-
Perencanaan
Dalam bidang
ini manajer merancang beberapa langkah yag akan diambil dalam upaya
menggerakkan organisasi ke arah sasaran.
-
Pengorganisasian
dan pengarahan
Manajer
memutuskan bagaimana cara terbaik mengkombinasikan sumber daya manusia dengan
sumber daya ekonomi lainnya yang menjadi milik perusahaan agar dapat
menjalankan rencana yang ditetapkan.
-
Pengendalian
Manajer
mengambil langkah-langkah yang dipelukan untuk memastikan bahwa setiap bagian
organisasi berfungsi dengan efektivitas yang maksimal.
-
Pengambilan
keputusan
Pengambilan
keputusan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi lain yang sudah
dibahas, yaitu semua fungsi memerlukan pengambilan keputusan[12].
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Akutansi manjemen adalah
sebagai proses identfikasi (atas transaksi), akumulasi (atas transaksi),
analisis (atas transaksi yang berhubungan dengan kejadian lain), penyiapan dan
interpretasi (atas data) dan komunikasi kepada manajemen untuk pemakaian
internal dan eksternal). Ruang lingkup akutansi manajemen adalah lebih luas
dibanding dengan akutansi biaya. Akutansi manajemen digunakan manajemen untuk
merencanakan, menilai, mengendalikan, dan memastikan akutabilitas.
Disamping itu akutansi
manjemen yang dianggap suatu sidang akutansi yang berkaitan dengan pengembangan
dan penggunaan informasi akutansi jelas pula terkaitan dengan disiplin akutansi
ini.
Tujuannya adalah
perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
a.
Untuk
memberi informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan, penilaian, dan
pengendalian operasi, mengamankan aktiva organisasi dan komunikasikan dengan
pihak luar yang berkepentingan.
b.
Untuk
berpartisipasi dalam pembuatan keputusan stategik, taktis dan operasi serta
membantu mengkoordinasi pengaruh dari organisasi secara keseluruhan.
Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen tidak terikat oleh kriteria formal yang menjelaskan
sifat masukan atau proses bahkan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan
berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan melalui upaya manajer.
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen memiliki tiga tujuan yaitu :
a)
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk dan
tujuan lain yang diinginkan perusahaan. (Normatif: tujuan perusahaan adalah
memperoleh laba).
b)
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan
perbaikan berkelanjutan.
c)
Menyediakan
informasi untuk pengambilan keputusan.
Tujuan tersebut
menunjukkan bahwa manajer perlu memiliki akses dan pemahaman atas Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen. Karena informasi tersebut akan membantu manajer
untuk mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasinya
dalam rangka memastikan pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian Sistem
Informasi Akuntansi Manajemen akan dibutuhkan dalam setiap lingkup proses
manajemen : Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Selain itu, kebutuhan akan Sistem Informasi
Akuntansi Manajemen ini dipergunakan disemua perusahaan.
Perbedaan akutansi
keuangan dengan akutansi manajemen adalah Sistem Informasi Akuntansi Keuangan
berhubungan terutama dengan penyediaan keluaran bagi pengguna eksternal. Sistem
tersebut menggunakan kegiatan ekonomi sebagai masukan dan memprosesnya sampai
memenuhi aturan dan ketentuan tertentu. Tujuannya adalah untuk menyusun laporan
eksternal (laporan keuangan) bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah
dan pengguna eksternal lainnya.Untuk tahu perbedaan akutansi keuangan dengan
akutansi manajemen harus mengetahui apa itu akutansi keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Amin Widjaja Tunggal, 1993, Akutansi Biaya, Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Hasen, Don R dan Maryanne M. Mowen,1997, Akutansi Manajemen,
Terjemahan: Ancella A.hermawan, cet.4, Jakarta: Erlangga.
Kamarudin Ahmad, 2005, Akutansi Manajemen, Jakarta: PT Raja
Grafindo.
L.M. Samym, 2001, Akutansi Manajerial Suatu Pengantar,
Jakarta: PT Raja Grafindo.
Supriyono, 1987, Akutansi Manajemen, Konsep Dasar
Akutansi Manjemen Dan Proses Perencanaan, Yogyakarta: BPFE-UGM.
https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen.html, (17 mei
2013)
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen.html,
(17 mei 2013)
[2] L.M. Samym, Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, (Jakarta: PT Raja
Grafindo, 2001), hlm.1
[3] Supriyono, Akutansi Manajemen, Konsep Dasar Akutansi Manjemen Dan
Proses Perencanaan, (Yogyakarta: BPFE-UGM, 1987), hlm.3
[4] Amin Widjaja Tunggal, Akutansi Biaya, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1993), hlm.2
[5] Akutansi Biaya, Op.Cit., hlm.3
[6] Hasen, Don R dan Maryanne M. Mowen, Akutansi Manajemen,
(Terjemahan: Ancella A.hermawan), cet.4, (Jakarta: Erlangga, 1997), hlm.4
[7] Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, Op.Cit., hlm.10
[8] Kamarudin Ahmad, Akutansi Manajemen, (Jakarta: PT Raja Grafindo,
2005), hlm.4
[9] Akutansi Manajerial Suatu Pengantar, Op.Cit,. hlm.2
[10] Akutansi Biaya, Op.Cit., hlm.2
[11] Akutansi Manajemen, Op.Cit., hlm.7
[12] Akutansi Manajemen, Op.Cit., hlm.10-11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar