Pengertian Ekuitas
Ekuitas disebut juga dengan modal adalah dana yang diinvestasikan
oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha untuk membiayai kegiatan usaha
bank dan unuk memenuhi regulasi pemerintah.[1]
Berdasarkan PSAK, pos-pos yang termasuk dalam komponen modal antara
lain adalah sebagai berikut :
·
Modal
disetor
·
Tambahan
modal disetor, yang terdiri dari agio, sumbangan , dan selisih kurs.
·
Laba/
rugi yang belum direalisasikan
·
Pendapatan
kom perehensif
·
Saldo laba yang
terdiri dari cadangan, laba/rugi tahun lalu, dan laba/rugi tahun
berjalan
Ssesuai dengan ketentuan bank indonesia, bank harus memenuhi
kewajiban penyediaan modal minimum ( capital adequacy ratio ).perhitungan
CAR ada;ah menghitung perbandingan antara
modal bank terhadap aktiva tertimbang menurut resiko.
Perhitungan CAR secara umum dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip
yang ditetapka oleh Banak For International Settlement. Formula perhitugan CAR
sebagai berikut :
CAR
= Modal/ Aktiva Tertimbang Menurut Resiko
Modal dibagi menjadi 2 yaitu , modal inti dan modal pelengkap.
Aktiva Tertimbang Menurut Resiko adalah aktiva yang terdapat dalam neraca bank
dikalikan dengan bobot resiko masing-masing aktiva.
·
Modal
inti
Modal inti
terdiri dari :
1.
Modal
disetor adalah modal yang telah disetorkan oleh pemilik bank.
2.
Agio
saham adalah selisih lebih antara harga saham dengan nilai nominal saham.
3.
Modal
sumbangan adalah modal yang diperleh oleh sumbangan saham, termasuk selisih
antara nilai yang tercatat dengan harga jual, modal donasi dan lain-lain.
4.
Cadangan
dibagi menjadi 2 yaitu dintaranya :
a.
Cadangan
umum yaitu cadangan yang dibentuk dari penyisihan saldo laba yang mendapatkan
persetujuan dari rapat umum pemegang saham.
b.
Cadangan
tujuan yaitu cadangan yang dibuat untuk tujuan tertentu.
5.
Saldo
laba
Return Earning, yaitu saldo laba yang tidak disajikan
a.
Laba
/ Rugi tahun lalu, yaitu laba tahun-tahun lalu yang tidak dibagikan akan tetapi
digunakan untuk antisipasi bila ada kerugian di masa mendatang.
b.
Laba
/ Rugi tahun berjalan merupakn laba/rugi tahun berjalan stelah dikurangi pajak.
·
Modal
pelengkap
Modal pelengkap
terdiri dari :[2]
o
Cadangan
revaluasi aktifa tetap,adalah marupakan cadangan yang dibentuk karena adanya
selisih penilaian kembali aktifa tetap.
o
Penyisihan
kerugian aktiva produktif,merupakan penyisihan kerugian yang diperhitungkan
atas aktiva produktif yang dimiliki oleh bank.
o
Modal
pinjaman ( modal kuasi ) merupakan modal yang didukung oleh instrumen atau
warkat yang memiliki sifat seperti modal.
o
Pinjaman
subordinasi,yaitu merupakan jenis pinjaman yang hanya dapat dilunasi setelah
kewajiban-kewajiban bank telah dibayar.pinjaman subordinasi ini sifatnya hampir
sama dengan modal.
Akuntasi Ekuitas[3]
Akuntasi modal disetor
·
Modal
disetor adalah modal yang telah efektif diterima oleh bank sebesar nilai
nominal saham.
·
Penambahan
modal disetor dicatat sebesar jumblah uang yang diterima,nilai wajar aktiva
nonkas yang diterima,dan besarnya utang yang dikonversi menjadi modal.
·
Pengurangan
modal disetor dicatat sebesar jumblah uang yang diserahkan,nilai wajar aktiva
nonkas yang diserahkan,dan besarnya utang yang timbul.
Penjualan saham
Penjualan saham dilakukan oleh bank dalam rangka untuk mendapatkan
modal.penjualan saham,akan dilakukan dengan kurs saham diatas nominal atau di
bawah nominal. Hal ini tergantung pada kualitas bank penjual saham. Kurs atas
penjualan saham akan berpengaruh terhadap agio dan disagio.
Ilustrasi
Pada tanggal 2 januari 2006,
bank Bima didirikan dengan modal :
|
Uang
tunai |
Rp.
100.000.000.000 |
|
Tanah
Senilai |
Rp.
50.000.000.000 |
|
Gedung
Senilai |
Rp. 10.000.000.000 |
|
Kendaraan |
Rp. 7.000.000.000 |
|
Inventaris
Kantor |
Rp. 8.000.000.000 |
Modal awal ini diakui sebagai saham biasa dengan nilai nominal Rp.
50.000 / lembar.
Pada tanggal 10 Januari 2006, PT Bank Bima menjual saham biasa 5.000.000
lembar dengan nilai nominal @ Rp 50.000,- kurs 95. Pembayaran diterima tunai.
Jurnal yang dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
02-Jan-06 |
Kas |
100.000.000.000 |
|
|
|
Tanah |
50.000.000.000 |
|
|
|
Gedung |
10.000.000.000 |
|
|
|
Kendaraan |
7.000.000.000 |
|
|
|
Inventaris
kantor |
8.000.000.000 |
|
|
|
Modal
disetor |
|
175.000.000.000 |
|
10-Jan-06 |
Kas |
47.500.000. |
|
|
|
Disagio
Saham |
2. 500.000. |
|
|
|
Modal
Disetor |
|
50.000.000.000 |
|
|
(Disagio=5%
x 5.000.000 x Rp. 50.000) |
|
|
Pemesanan saham
Pemesanan saham merupakan transaksi penjualan saham yang dilakukan
atas besar pesanan. Bank menjual saham karena pihak pembeli telah memesan saham
bank. Transaksi atas pemesanan sahamakan dicatat dalam modal saham dipesan
sebesar nilai nominaldikalikan dengan jumblah lebar saham. Selisih antara
nominal nominal saham dengan kurs ajan dicatat dalam dalam agio atau disagio.
Pada saat uang pesanan saham dilunasi,maka modal saham yang dipesan akan
dicatat dalam modal disetor. Hal ini karna uang atas pemesanan saham tersebut
sudah diterima oleh bank
Ilustrasi
1.
Pada
tanggal 1 MARET 2006 PT ISTANA memesan saham pt Bank Bima Surabaya sebanyak
100.000 lembar dengan harga nominal Rp10.000,-kurs105.Uang muka pesanan 80%.
2.
Pada
tanggal 16 Maret 2006,total pesanan dilunasi.
Jurnal yang
dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
1-Mar-06 |
Kas
|
|
|
|
|
Piutang-PT
Istana |
|
|
|
|
Modal
saham dipesan |
|
|
|
|
Agio
Saham Agio
= 5% x 1 M = 50 jt |
|
|
|
16-Mar-06 |
Kas
|
210.000.000 |
|
|
|
Modal
saham dipesan |
1.000.000.000 |
|
|
|
Modal
disetor |
|
1.000.000.000 |
|
|
Piutang
PT Istana |
|
210.000.000 |
Asumsi bila PT Istana tidak dapat melunasi pesanan saham,dan pt
Bank Bima mengembalikanya sebesar 90% dari nilai yang telah dibayar.
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
16-Mar-06 |
Modal
saham dipesan |
1.000.000.000 |
|
|
|
Agio
Saham |
50.000.000 |
|
|
|
Piutang-PT
Istana |
|
210.000.000 |
|
|
Kas
|
|
756.000.000 |
|
|
Pendapat
Lain-lain |
|
84.000.000 |
Telah diterima tunai 840.000.000 Dikembalikan 90% x 84.000.000 756.000.000 Pendapatan lain-lain
84.000.000
![]()
Pembelian
kembali saham
.pembelian
saham yang beredar menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepemilikan
bank.Saham yang dibeli kembali disebut dengan treasuri. Akutansi untuk saham
treasury dikelompokan menjadi dua jenis,yaitu dicatat menurut harga peolehan
(cost methode)dan harga nominal.
Ilustrasi
·
pada
tanngal 1 Juni 2006 Bank Bima melakukan emisi saham biasa sebanyak 1.000.000
lembar dengan harga nominal Rp 10.000,-kurs 105.
·
pada
tanggal 30 Juni 2006 Bank Bima membeli
kembali 100.000 lembar sahamnya dengan kurs 102.
·
pada
tanggal 31 Juli 2006, Bank Bima menjual kembali saham trasury-nya sebanyak
50.000 lembar dengan kurs 103.
·
Pada
tanggal 15 Agustus 2006 Bank Bima menjual kembali 50.000 lembar saham treasury
dengan kurs 95.
Dalam menjawab
ilustrasi diatas, maka terdapat dua metode yang digunakan sebagai pendekata, yaitu
metode harga perolehan dan metode harga nominal.
Metode harga perolehan
Dalam metode harga perolehan, pada saat emisi saham modal saham
dicatat sebesar jumlah lembar saham dikalikan dengan harga nominal saham /
lembar. Selisihnya akan ditatat dalam agi atau disagio saham. Pada saat
pembelian kembali, harga beli dikalikan dengan jumlah lembar dicatat dalam
saham treasury. Pada saat penjualan, maka perbendaanya antara harga pada saat
pembelian kembali dengan harga jual akan didakui sebagai tambahan modal disetor
( pada sisi debit atau kredit) sesuai dengan kursnya.
Jurnal yang dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
06
jan 2006 |
Kas
|
10.500.000.000 |
|
|
|
Modal
saham |
|
10.000.000.000 |
|
|
Agio
saham |
|
500.000.000 |
|
30
juni 2006 |
Saham
treasury |
1.020.000.000 |
|
|
|
Kas
|
|
1.020.000.000 |
|
31
juli 2006 |
Kas
|
515.000.000 |
|
|
|
Saham
treasury |
|
510.000.000 |
|
|
Tambahan
modal disetor |
|
5.000.000 |
|
15agustus
2006 |
Kas
|
475.000.000 |
|
|
|
Tambahan
modal disetor |
35.000.000 |
|
|
|
Saham
treasury |
|
510.000.000 |
Metode harga nominal
Dalam metode harga nominal, pada saat emisi saham, modal saham
dicatat atas dasar jumlah lembar saham dikalikan dengan nilai nominal. Pada
saat dilakukan pembelian kembali atas tersebut, maka saham yang dibeli dicatat
sebagai saham treasury, dan selisih harga nominal dengan harga beli dicatat
dalam agio/ disagio saham. Jurnal berikut menggambarkan pembelian kembali saham
dengan metode harga nominal.
Jurnal yang dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
06/01/2006 |
Kas
|
10.500.000.000 |
|
|
|
Modal
saham |
|
10.000.000.000 |
|
|
Agio
saham |
|
500.000.000 |
|
30/06/2006 |
Saham
treasury |
1.000.000.000 |
|
|
|
Agio
saham |
20.000.000 |
|
|
|
Kas
|
|
1.020.000.000 |
|
31/07/2006 |
Kas
|
515.000.000 |
|
|
|
Saham
treasury |
|
500.000.000 |
|
|
Agio
saham |
|
15.000.000 |
|
15/08/2006 |
Kas
|
475.000.000 |
|
|
|
Tambahan
modal disetor |
25.000.000 |
|
|
|
Saham
treasury |
|
500.000.000 |
Akuntasi cadangan
Cadangan merupakan akumulasi laba tahun-tahun lalu yang dicadangkan
oleh keputusan rapat umum pemegang saham. Cadangan ditujukan untuk menutup
adanya kerugian di masa yang akan datang. Dengan demikian transaksi cadangan
akan berpengaruh pada perubahan ikhtisar laba/(rugi)bank.
Ilustrasi
Cadangan yang dibentuk pada bulan Januari 2006 dan disetujui oleh
RUPS adalah sebesar 25%dari laba bank. Laba bank per 31 Desember 2005 sebesar
Rp2.000.000.000,-. Maka cadangan yang dibentuk adalah sebesar 20%x Rp
2.000.000.000,-=Rp500.000.000,-
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
31/12/2006 |
Ikhtisar
laba/ rugi |
500.000.000 |
|
|
|
Cadangan
|
|
500.000.000 |
Akutansi saldo Laba
Akutansi saldo laba merupakan pencatatan yang berkait dengan saldo
laba yang dimiliki oleh bank. Beberapa pristiwa yang berkait dengan pencatatan
saldo laba antara lain adalah adanyal laba/rugi pada tahun berjalan dan
pembagian dividen atas laba bank. Laba pada tahun berjala,dapat dipergunakan
untuk menambah modal secara keseluruhan atau sebagian,dan yang sebagian
keuntungan tersebut dibagikan dalam bentuk diveden kepada pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen atas laba terletak pada rapat umum pemegeng saham.
Misalnya,laba per 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.000.000.000,-.
Berdasarkan RUPS,laba yang tidak dibaga sebesar 50%dari laba/rugi tahun
berjalan,dan sebesar 10% dibagikan dalam bentuk dividen.
Misalnya,saldo laba atau laba yang tidak di bagi dihitung sebesar
50%xRp 2.000.000.000,-= Rp 1.000.000.000
Jurnal yang dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
31/12/2006 |
Ikhtisar
laba/rugi |
1.000.000.000 |
|
|
|
Saldo
laba |
|
1.000.000.000 |
Pembagian Dividen Tunai
Dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar
10% dari laba untuk priode 2005. Maka dividen yang dibagikan sebesar 10%x Rp
2.000.000.000,-=Rp 200.000.000,-
Jurnal yang dibuat
|
Tanggal |
Akun |
Debit |
Kredit |
|
Pada saat diumumkan |
|||
|
31/12/2006 |
Saldo
laba |
200.000.000 |
|
|
|
Utang
deviden |
|
200.000.000 |
|
Pada saat pembayaran |
|||
|
31/12/2006 |
Utang
deviden |
200.000.000 |
|
|
|
Kas
|
|
200.000.000 |
|
|
Bila deviden dibagi dalam bentuk saham |
||
|
|
Saldo
laba |
200.000.000 |
|
|
|
Modal
disetor |
|
200.000.000 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar