Selasa, 04 Januari 2022

Makalah Ekuitas

 

 Pengertian Ekuitas

Ekuitas disebut juga dengan modal adalah dana yang diinvestasikan oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha untuk membiayai kegiatan usaha bank dan unuk memenuhi regulasi pemerintah.[1]

Berdasarkan PSAK, pos-pos yang termasuk dalam komponen modal antara lain adalah sebagai berikut :

·         Modal disetor

·         Tambahan modal disetor, yang terdiri dari agio, sumbangan , dan selisih kurs.

·         Laba/ rugi yang belum direalisasikan

·         Pendapatan kom perehensif

·         Saldo  laba yang  terdiri dari cadangan, laba/rugi tahun lalu, dan laba/rugi tahun berjalan

Ssesuai dengan ketentuan bank indonesia, bank harus memenuhi kewajiban penyediaan modal minimum ( capital adequacy ratio ).perhitungan CAR ada;ah menghitung perbandingan antara  modal bank terhadap aktiva tertimbang menurut resiko.

Perhitungan CAR secara umum dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip yang ditetapka oleh Banak For International Settlement. Formula perhitugan CAR sebagai berikut :

CAR = Modal/ Aktiva Tertimbang Menurut Resiko

 
 


                                                                                                                              

Modal dibagi menjadi 2 yaitu , modal inti dan modal pelengkap. Aktiva Tertimbang Menurut Resiko adalah aktiva yang terdapat dalam neraca bank dikalikan dengan bobot resiko masing-masing aktiva.

·         Modal inti

Modal inti terdiri dari :

1.      Modal disetor adalah modal yang telah disetorkan oleh pemilik bank.

2.      Agio saham adalah selisih lebih antara harga saham dengan nilai nominal saham.

3.      Modal sumbangan adalah modal yang diperleh oleh sumbangan saham, termasuk selisih antara nilai yang tercatat dengan harga jual, modal donasi dan lain-lain.

 

4.      Cadangan dibagi menjadi 2 yaitu dintaranya :

a.       Cadangan umum yaitu cadangan yang dibentuk dari penyisihan saldo laba yang mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham.

b.      Cadangan tujuan yaitu cadangan yang dibuat untuk tujuan tertentu.

5.      Saldo laba

Return Earning, yaitu saldo laba yang tidak disajikan

a.       Laba / Rugi tahun lalu, yaitu laba tahun-tahun lalu yang tidak dibagikan akan tetapi digunakan untuk antisipasi bila ada kerugian di masa mendatang.

b.      Laba / Rugi tahun berjalan merupakn laba/rugi tahun berjalan stelah dikurangi pajak.

·         Modal pelengkap

Modal pelengkap terdiri dari :[2]

o   Cadangan revaluasi aktifa tetap,adalah marupakan cadangan yang dibentuk karena adanya selisih penilaian kembali aktifa tetap.

o   Penyisihan kerugian aktiva produktif,merupakan penyisihan kerugian yang diperhitungkan atas aktiva produktif yang dimiliki oleh bank.

o   Modal pinjaman ( modal kuasi ) merupakan modal yang didukung oleh instrumen atau warkat yang memiliki sifat seperti modal.

o   Pinjaman subordinasi,yaitu merupakan jenis pinjaman yang hanya dapat dilunasi setelah kewajiban-kewajiban bank telah dibayar.pinjaman subordinasi ini sifatnya hampir sama dengan modal.

Akuntasi Ekuitas[3]

Akuntasi modal disetor

·         Modal disetor adalah modal yang telah efektif diterima oleh bank sebesar nilai nominal saham.

·         Penambahan modal disetor dicatat sebesar jumblah uang yang diterima,nilai wajar aktiva nonkas yang diterima,dan besarnya utang yang dikonversi menjadi modal.

·         Pengurangan modal disetor dicatat sebesar jumblah uang yang diserahkan,nilai wajar aktiva nonkas yang diserahkan,dan besarnya utang yang timbul.

Penjualan saham

Penjualan saham dilakukan oleh bank dalam rangka untuk mendapatkan modal.penjualan saham,akan dilakukan dengan kurs saham diatas nominal atau di bawah nominal. Hal ini tergantung pada kualitas bank penjual saham. Kurs atas penjualan saham akan berpengaruh terhadap agio dan disagio.

Ilustrasi

 Pada tanggal 2 januari 2006, bank Bima didirikan dengan modal :

Uang tunai

Rp. 100.000.000.000

Tanah Senilai

Rp. 50.000.000.000

Gedung Senilai

Rp.  10.000.000.000

Kendaraan

Rp.  7.000.000.000

Inventaris Kantor

Rp.  8.000.000.000

Modal awal ini diakui sebagai saham biasa dengan nilai nominal Rp. 50.000 / lembar.

Pada tanggal 10 Januari 2006, PT Bank Bima menjual saham biasa 5.000.000 lembar dengan nilai nominal @ Rp 50.000,- kurs 95. Pembayaran diterima tunai.

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

02-Jan-06

Kas

100.000.000.000

 

 

Tanah

 50.000.000.000

 

 

Gedung

 10.000.000.000

 

 

Kendaraan

 7.000.000.000

 

 

Inventaris kantor

 8.000.000.000

 

 

Modal disetor

 

175.000.000.000

10-Jan-06

Kas

47.500.000.

 

 

Disagio Saham

  2. 500.000.

 

 

Modal Disetor

 

50.000.000.000

 

(Disagio=5% x 5.000.000 x Rp. 50.000)

 

 

 

Pemesanan saham

Pemesanan saham merupakan transaksi penjualan saham yang dilakukan atas besar pesanan. Bank menjual saham karena pihak pembeli telah memesan saham bank. Transaksi atas pemesanan sahamakan dicatat dalam modal saham dipesan sebesar nilai nominaldikalikan dengan jumblah lebar saham. Selisih antara nominal nominal saham dengan kurs ajan dicatat dalam dalam agio atau disagio. Pada saat uang pesanan saham dilunasi,maka modal saham yang dipesan akan dicatat dalam modal disetor. Hal ini karna uang atas pemesanan saham tersebut sudah diterima oleh bank

Ilustrasi

1.      Pada tanggal 1 MARET 2006 PT ISTANA memesan saham pt Bank Bima Surabaya sebanyak 100.000 lembar dengan harga nominal Rp10.000,-kurs105.Uang muka pesanan 80%.

2.      Pada tanggal 16 Maret 2006,total pesanan dilunasi.

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

1-Mar-06

Kas

 

 

 

Piutang-PT Istana

 

 

 

Modal saham dipesan

 

 

 

Agio Saham

Agio = 5% x 1 M = 50 jt

 

 

16-Mar-06

Kas

210.000.000

 

 

Modal saham dipesan

1.000.000.000

 

 

Modal disetor

 

1.000.000.000

 

Piutang PT Istana

 

  210.000.000

 

 

 

Asumsi bila PT Istana tidak dapat melunasi pesanan saham,dan pt Bank Bima mengembalikanya sebesar 90% dari nilai yang telah dibayar.

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

16-Mar-06

Modal saham dipesan

1.000.000.000

 

 

Agio Saham

50.000.000

 

 

Piutang-PT Istana

 

210.000.000

 

Kas

 

756.000.000

 

Pendapat Lain-lain

 

  84.000.000

Telah diterima tunai                                        840.000.000

Dikembalikan 90% x 84.000.000                  756.000.000

Pendapatan lain-lain                                       84.000.000

 

 

 

 

 


Pembelian kembali saham            

.pembelian saham yang beredar menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepemilikan bank.Saham yang dibeli kembali disebut dengan treasuri. Akutansi untuk saham treasury dikelompokan menjadi dua jenis,yaitu dicatat menurut harga peolehan (cost methode)dan harga nominal.

Ilustrasi

·         pada tanngal 1 Juni 2006 Bank Bima melakukan emisi saham biasa sebanyak 1.000.000 lembar dengan harga nominal Rp 10.000,-kurs 105.

·         pada tanggal 30 Juni 2006  Bank Bima membeli kembali 100.000 lembar sahamnya dengan kurs 102.

·         pada tanggal 31 Juli 2006, Bank Bima menjual kembali saham trasury-nya sebanyak 50.000 lembar dengan kurs 103.

·         Pada tanggal 15 Agustus 2006 Bank Bima menjual kembali 50.000 lembar saham treasury dengan kurs 95.

Dalam menjawab ilustrasi diatas, maka terdapat dua metode yang digunakan sebagai pendekata, yaitu metode harga perolehan dan metode harga nominal.

 

 

 

Metode harga perolehan

Dalam metode harga perolehan, pada saat emisi saham modal saham dicatat sebesar jumlah lembar saham dikalikan dengan harga nominal saham / lembar. Selisihnya akan ditatat dalam agi atau disagio saham. Pada saat pembelian kembali, harga beli dikalikan dengan jumlah lembar dicatat dalam saham treasury. Pada saat penjualan, maka perbendaanya antara harga pada saat pembelian kembali dengan harga jual akan didakui sebagai tambahan modal disetor ( pada sisi debit atau kredit) sesuai dengan kursnya.

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

06 jan 2006

Kas

10.500.000.000

 

 

Modal saham

 

10.000.000.000

 

Agio saham

 

500.000.000

30 juni 2006

Saham treasury

1.020.000.000

    

 

Kas

 

1.020.000.000

31 juli 2006

Kas

515.000.000

 

 

Saham treasury

 

510.000.000

 

Tambahan modal disetor

 

    5.000.000

15agustus 2006

Kas

475.000.000

 

 

Tambahan modal disetor

  35.000.000

 

 

Saham treasury

 

510.000.000

 

 Metode harga nominal

Dalam metode harga nominal, pada saat emisi saham, modal saham dicatat atas dasar jumlah lembar saham dikalikan dengan nilai nominal. Pada saat dilakukan pembelian kembali atas tersebut, maka saham yang dibeli dicatat sebagai saham treasury, dan selisih harga nominal dengan harga beli dicatat dalam agio/ disagio saham. Jurnal berikut menggambarkan pembelian kembali saham dengan metode harga nominal.

 

 

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

06/01/2006

Kas

10.500.000.000

 

 

Modal saham

 

10.000.000.000

 

Agio saham

 

     500.000.000

30/06/2006

Saham treasury

1.000.000.000

 

 

Agio saham

     20.000.000

 

 

Kas

 

1.020.000.000

31/07/2006

Kas

515.000.000

 

 

Saham treasury

 

500.000.000

 

Agio saham

 

  15.000.000

15/08/2006

Kas

475.000.000

 

 

Tambahan modal disetor

  25.000.000

 

 

Saham treasury

 

500.000.000

 

Akuntasi cadangan

Cadangan merupakan akumulasi laba tahun-tahun lalu yang dicadangkan oleh keputusan rapat umum pemegang saham. Cadangan ditujukan untuk menutup adanya kerugian di masa yang akan datang. Dengan demikian transaksi cadangan akan berpengaruh pada perubahan ikhtisar laba/(rugi)bank.

Ilustrasi

Cadangan yang dibentuk pada bulan Januari 2006 dan disetujui oleh RUPS adalah sebesar 25%dari laba bank. Laba bank per 31 Desember 2005 sebesar Rp2.000.000.000,-. Maka cadangan yang dibentuk adalah sebesar 20%x Rp 2.000.000.000,-=Rp500.000.000,-

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

31/12/2006

Ikhtisar laba/ rugi

500.000.000

 

 

Cadangan

 

500.000.000

 

 

Akutansi saldo Laba

Akutansi saldo laba merupakan pencatatan yang berkait dengan saldo laba yang dimiliki oleh bank. Beberapa pristiwa yang berkait dengan pencatatan saldo laba antara lain adalah adanyal laba/rugi pada tahun berjalan dan pembagian dividen atas laba bank. Laba pada tahun berjala,dapat dipergunakan untuk menambah modal secara keseluruhan atau sebagian,dan yang sebagian keuntungan tersebut dibagikan dalam bentuk diveden kepada pemegang saham. Keputusan pembagian dividen atas laba terletak pada rapat umum pemegeng saham.

Misalnya,laba per 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.000.000.000,-. Berdasarkan RUPS,laba yang tidak dibaga sebesar 50%dari laba/rugi tahun berjalan,dan sebesar 10% dibagikan dalam bentuk dividen.

Misalnya,saldo laba atau laba yang tidak di bagi dihitung sebesar 50%xRp 2.000.000.000,-= Rp 1.000.000.000

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

31/12/2006

Ikhtisar laba/rugi

1.000.000.000

 

 

Saldo laba

 

1.000.000.000

 

Pembagian Dividen Tunai

Dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar 10% dari laba untuk priode 2005. Maka dividen yang dibagikan sebesar 10%x Rp 2.000.000.000,-=Rp 200.000.000,-

 

 

 

 

 

 

 

Jurnal yang dibuat

Tanggal

Akun

Debit

Kredit

Pada saat diumumkan

31/12/2006

Saldo laba

200.000.000

 

 

Utang deviden

 

200.000.000

Pada saat pembayaran

31/12/2006

Utang deviden

200.000.000

 

 

Kas

 

200.000.000

 

Bila deviden dibagi dalam bentuk saham

 

Saldo laba

200.000.000

 

 

Modal disetor

 

200.000.000

 



[1] Ismail, Akuntansi Bank : teori Aplikasi dalam Rupiah , ( Jakarta : Kncana Prenada Media Group, 2010 )hal:124

[2] Ibid, hal:125

[3] Ibid, hal: 126

Tidak ada komentar:

Posting Komentar